Duel bertajuk El Clasiconya Indonesia antara Persija Jakarta versus
Persib Bandung di Stadion Manahan Solo pada Jumat (03/11/2017) berakhir
sebelumnya waktu pertandingan menyentuh 90 menit. Wasit Shaun Evan yang
memimpin pertandingan membunyikan pluit panjang tanda pertandingan
berakhir dimenit ke-84 lantaran para punggawa Persib memperlihatkan
gestur mogok bermain dengan berkumpul di pinggir lapangan usai bek
Vladimir Vujovic dihadiahi kartu merah.
Sebelum memberi kartu
merah kepada Vlado, Shaun sempat membuat keputusan yang cukup
kontroversial. Dimana wasit Australia itu menganulir gol Persib yang
sempat dicetak Enzechiel Ndouassel pada menit ke-29 melalui sundulan
kepalanya
Gol Ndouassel, kredit: pikiran-rakyat.com
Atas
kejadian itu, Persib tampak begitu kecewa bahkan sang manajer Maung
Bandung, Umuh Muchtar menganggap kinerja wasit asing tak lebih baik dari
wasit lokal. Bahkan sanking kecewa, Umuh sempat berniat tak melanjutkan
pertandingan saat jeda interval babak pertama. Ia juga sempat menelepon
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi untuk minta wasit diganti.
“Saya
langsung hubungi Pak Edy Rahmayadi, katanya usahakan jangan sampai
berhenti, saya juga tidak akan berhenti, saya cuma minta diganti
wasitnya,’’ ujar pria yang akrab disapa WHU ini, seperti dilansir dari
viva.co.id(04/11/2017).
“Akhirnya, karena lama tidak ada jawaban, wasit juga sudah manggil, akhirnya kita main lagi (di babak kedua),’’ sambungnya.
Umuh, kredit: goal.com
Menanggapi
tindakan yang dilakukan Persib tersebut, kami berfikir tampaknya hal
itu kurang elok jika dilakukan oleh tim sebesar Persib, apalagi sebagai
tim yang lolos lisensi AFC. Harusnya tim Pangeran Biru bisa menunjukan
keprofesionalan mereka saat bertandingan.
Sebagai contoh sekaligus
untuk menolak lupa, kita tentu masih ingat tentang gol yang sempat
dicetak Crisitan Gonzales ke gawang Persib pada laga pembuka Liga 1 2017
di Stadion GBLA, Sabtu (15/04/2017).
Gonzales, kredit: bola.net
Dalam
laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Arema sempat mencetak gol
melalui Gonzales di menit ke-38. Namun sayangnya, gol itu dianulir wasit
karena El Loco dianggap sudah berada dalam posisi offside.
Padahal
jelas dalam tayangan ulang, kala Gonazales menyambar bola muntah hasil
sepakan Adam Alis, bomber naturalisasi itu berada dalam posisi onside.
Artinya, seharusnya Arema bisa mencuri tiga poin pada waktu itu.
Analisas terhadap gol Gonzales, kredit: sumberbola.com
Meskipun
begitu, Arema tak melakukan protes berlebih sekaligus menyalahkan wasit
yang memimpin jalannya pertandingan atau bahkan menolak melanjutkan
permainan. Arema yang kala itu masih dilatih Aji Santoso tetap bermain
hingga 90 menit berakhir, mereka juga begitu menghormati keputusan
wasit.
Hmm, sikap yang harusnya bisa ditiru oleh Persib dan
tim-tim lain di Indonesia. Kita harus menyadari wasit bukanlah Tuhan,
mereka juga manusia sangat mungkin melakukan kesalahan. Namun sebagai
sang penggadil lapangan, kita tentu harus menghormati apapun
keputusannya.
Sumber
ADS HERE !!!